Tentang Steve Wozniak

Steve Wozniak sebenarnya merupakan seorang remaja yang sangat pemalu, sering kesulitan memberanikan diri berbicara kepada anak-anak lain dan menghabiskan malam harinya mengutak-atik kalkulator dan bermimpi tentang komputer super.
Kini Woz sudah menjadi seseorang yang berbeda, memiliki segudang pebisnis-pebisnis hebat dalam perusahaan yang didirikannya dan menjadi salah satu perusahaan paling dicintai oleh dunia. Woz adalah seorang insinyur elektronik jenius yang mendirikan Apple bersama dengan teman kecilnya yang sekaligus pakar pemasaran, Steve Jobs.
Cinta pertamanya adalah sebuah komputer super dari Iraq melalui sebuah poster yang ditempel pada dinding kamarnya. Ia mengatakan kepada ayahnya kalau ia ingin membeli satu dan ayahnya membalas kalau harganya sama dengan harga rumah mereka. Kemudian si kecil Woz mengatakan kalau ia rela tinggal di apartemen demi komputer itu.
Selesai kuliah sepuluh beberapa dekade kemudian di jurusan teknik elektro dan ilmu komputer University of California (Berkeley), ia sudah mulai mengambil jalur profesional di pengembangan teknologi dengan menjadi freelance pendesain software untuk perusahaan-perusahaan yang sudah maju.
Ketika mendapat tugas pertamanya untuk mendesain game komputer Atari, Woz tidak bisa menahan kegembiraannya. Tujuan hidup besar Woz adalah mendesain permainan yang digunakan oleh banyak anak. Pada saat itu, Steve dan dia tidak tidur selama dua hari untuk menyelesaikan programnya. Rasa antusias dan kreatifitasnya jelas tidak berkurang sampai hari ini. Woz masih sering berbaring ditempat tidurnya malam hari sambil membayangkan perubahan dunia yang berikutnya.
Kedua Steve tersebut sebenarnya merupakan dua kutub yang berlainan, tetapi perbedaan mereka itulah yang menjadikan Apple yang sekarang memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$92 milyar (mungkin sekarang sudah berubah seiring dengan turunnya bursa saham di seluruh dunia). Steve yang pertama (Jobs) adalah segala sesuatu yang hippy, berlarian sana-sini meneriakkan "free love man" sementara Steve yang kedua (Woz) setelah terkenal pun masih sulit mengatasi rasa takutnya.
Bahkan saat ia mendapatakan pekerjaan impiannya di Hewlett Packard (HP) untuk mengembangkan kalkulator, Woz masih merupakan tipe orang yang tidak akan pernah mendapatkan istri atau keluarga. Seusai kerja Woz langsung pulang, menonton sedikit Star Trek dan mengerjakan proyeknya di malam hari.
Berdirinya Apple
Mungkin Apple tidak akan pernah bersinar jika HP menyadari akan talenta dan kreatifitas pria asal California yang sekarang berumur 58 tahun tersebut. Idenya untuk komputer Apple I, yang kemudian berevolusi menjadi PC masa depan sering ditolak oleh atasannya, minimal 5 kali. Woz menjawab dengan "Oh my God, I wanted it so badly (Ya Tuhan, saya sangat menginginkannya)."
Jawab Bill Hewlett, pendiri HP bersama dengan Dave Packard, adalah "you win some, you lose some" (karena tidak memutuskan untuk menerima ide Woz).
Walaupun begitu banyak penolakan, Woz masih tetap di HP, sampai sang "malaikat", Mike Markkula menawarkan kedua Steve US$250.000 untuk mendirikan perusaahaan mereka sendiri. Woz masih sempat ingin tetap di HP karena merasa berhutang budi, tetapi Jobs akhirnya berhasil meyakinkan keluarga Woz untuk membujuk Woz menjalankan usaha sendiri.
Walaupun pada dasarnya Woz telah "pensiun" dari Apple sejak 1987, terlihat jelas rasa cintanya terhadap perusahaan tersebut tidak akan hilang. Ia tidak pernah berada di sana untuk uang, seperti pengakuannya yang terbuka dan jujur tentang masa depan perusahaan dan teknologi.
Masa Depan Apple, iPod dan iPhone

"The iPod has sort of lived a long life at number one. Things like, that if you look back to transistor radios and Walkmans, they kind of die out after a while." — Steve Wozniak
Perkataan Woz di atas banyak menimbulkan pertanyaan sekaligus keraguan dari pihak pers. Banyak yang berpikir kalau prediksi Wozniak tentang kematian iPod terlalu berlebihan. Walaupun begitu, ada juga yang berspekulasi bahwa Woz sudah bosan dengan iPod dan benda yang masih terjual lebih dari 10 juta unit per kuartal ini hanya menawarkan sedikit fitur baru, harga saham Apple juga terus turun saat merilis iterasi terakhir dari iPod Nano, mengindikasikan kalau pasar sudah tidak begitu tertarik dengan produk ini. Apple benar-benar berusaha memeras iPod habis-habisan untuk menghasilkan uang sebanyak mungkin di masa akhir hidupnya.
"It's kind of like everyone has got one or two or three. You get to a point when they are on display everywhere, they get real cheap and they are not selling as much." — Steve Wozniak
Apakah kematian iPod akan terjadi dalam waktu dekat? Hal tersebut mungkin agak sulit dibayangkan karena sampai sekarang belum ada rival serius, tetapi tentu saja bukan tidak mungkin dengan adanya smartphone dan MID berharga murah. Ada yang pernah mengatakan kalau iPhone adalah saingan terbesar iPod, tetapi Apple mampu mencegah terjadinya persaingan ini dengan membanderoli iPhone dengan harga tinggi. Tetapi masih ada lagi tantangan dari pembuat ponsel lainnya. Smartphone telah membunuh PDA dan mereka juga bisa menyerang pemutar musik portabledengan cara yang sama. Nokia 5800 juga merupakan salah strategi yang patut diwaspadai.
Tetapi Jobs bukanlah orang yang bodoh, ia tentunya sudah menyadari bahwa segmen pemutar MP3 di mana Apple meraup keuntungan besar terancam oleh ponsel yang kini menjadi sebuah keharusan, dan banyak pengguna yang tidak ingin membawa-bawa dua alat elektronik yang berbeda. Oleh karena itu Apple mengembangkan iPhone yang menjadi produk yang menyatukan ponsel dengan pemutar MP3 pertama yang diterima dengan baik oleh konsumen — selangkah lebih cepat dari vendor ponsel lain.
Woz juga mengemukakan keberatannya terhadap iPhone 3G. Menurut Woz, konsumen tidak akan mendapatkan apa yang mereka inginkan jika pihak perusahaan terlalu mementingkan hak cipta dan mengunci produk mereka. Woz telah membandingkan sistem tertutup milik iPhone dengan Android yang open-source dan dapat diadaptasi sesukanya, mengatakan bahwa ia "ingin membuat beberapa aplikasi yang lebih kuat dari apa yang diperbolehkan (Apple)."

Steve Wozniak dengan iPhone yang telah di-jailbreak
Menolak Mendiskusikan Produk Masa Depan
Woz justru menolak berbicara mengenai rencana peluncuran produk masa depan Apple. Menurut Woz, tidak ada seorang pun, bahkan Steve Jobs tahu tentang langkah berikutnya. Tetapi secara tidak sengaja, ia mengatakan kalau mungkin saja masa depan Apple terletak pada "iWatch".
Dari hasil wawancara, terlihat kalau sifat malu-malu dari masa lalunya telah hilang, tetapi sifat geek dalam dirinya masih terus bertahan. Siapa orang selain pendiri Apple ini yang memberikan nama anjing-anjingnya "X", "Y" dan "Z", bahkan mempertimbangkan menamakan anaknya dengan nama "Zowoz".
Artikel ini disadur dari Telegraph.co.uk dan TG Daily.

1 komentar:
Artikel anda di
http://tokoh-teknologi.infogue.com/steve_wozniak_kecewa_dengan_iphone_ipod_memasuki_akhir_masa_hidup
promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus untuk para netter Indonesia. Salam!
Posting Komentar